Dicoding Dilirik 500 Developer Aplikasi Tanah Air


Untuk menjembatani para pengembang aplikasi di tanah air dengan kebutuhan dan permintaan pasar yang semakin kompetitif, Dicoding resmi diluncurkan pada tanggal 5 Januari 2015 lalu. Dicoding adalah sebuah platform yang dibangun untuk menghubungkan kebutuhan pasar dengan keahlian para pengembang aplikasi atau developer yang ingin unjuk karya dan mengasah kemampuannya.

Di hari peluncurannya, Dicoding telah berhasil memikat lebih dari 500 pengembang aplikasi lintas platform di Indonesia untuk bergabung. Kelak para pengembang ini akan mendapat kesempatan untuk meraih poin dalam menyelesaikan tantangan (challenge) pembuatan aplikasi. Poin yang diperoleh bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah (rewards) yang menarik.

Lewat rilis yang dikirim ke CHIP Online, Narenda Wicaksono, Co-Founder Dicoding menegaskan bahwa ini adalah sebuah platform yang dibangun untuk menghubungkan pemilik proyek dengan para developer. Selain itu, lewat beragam skills yang mereka miliki, Dicoding akan memudahkan mereka yang ingin mengembangkan ekosistem teknologi informasinya untuk menjangkau developer di tanah air.

"Keuntungan lainnya, para developer juga akan mendapatkan pengakuan untuk seluruh karyanya sehingga dapat tercipta sebuah ekosistem teknologi informasi di Indonesia yang bisa maju pesat secara bersama-sama. Sebagai negara dengan penetrasi penggunaan ponsel pintar yang cukup tinggi, Indonesia perlu perlahan beralih dari hanya sebagai negara konsumen menjadi negara produsen yang berdaya saing," ujar Narenda.

Saat ini, Narenda menambahkan bahwa Indonesia memiliki banyak sarjana lulusan program studi Ilmu Komputer atau Informatika. Kendalanya, hal ini tidak serta merta memudahkan para pemegang kepentingan industri IT untuk menemukan pengembang aplikasi yang handal.

Penyebabnya adalah karena tidak seluruh lulusan Ilmu Komputer atau Informatika bisa memutuskan untuk meneruskan karir menjadi pengembang aplikasi yang memiliki portofolio dan keahlian yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar. Lewat pemikiran tersebut,  Dicoding hadir untuk menjembatani para pengembang aplikasi dengan pemilik proyek.

“Harapan kami Dicoding akan mampu melahirkan lebih banyak developer bertalenta dan berdaya saing untuk masyarakat Indonesia,” ujar Narenda.

Bagaimana untuk bergabung dengan Dicoding? Tidak butuh proses registrasi yang rumit. Pengembang atau developer yang sudah memiliki akun di marketplace aplikasi (Google Play Store/App Store/Windows Phone Store) dapat mendaftarkan diri melalui situs www.dicoding.com untuk mengikuti beragam tantangan, meraih poin dan merebut berbagai hadiah menarik lainnya.

Sumber

0 comments: